Penyaringan untuk Kebijakan Plagiarisme
MCHU (Mother and Child Health Update) berkomitmen untuk mempertahankan standar tinggi dalam integritas akademik, orisinalitas, transparansi, dan praktik publikasi ilmiah yang bertanggung jawab. Seluruh naskah yang disubmit ke MCHU akan melalui pemeriksaan plagiarisme, similarity, dan integritas penelitian sebelum melanjutkan ke proses peer review.
1. Pemeriksaan Plagiarisme dan Similarity
Seluruh naskah yang disubmit akan diperiksa menggunakan perangkat lunak pendeteksi plagiarisme atau similarity yang sesuai. Sebagai standar editorial, MCHU menerapkan batas maksimal overall similarity index sebesar 15%.
Persentase similarity bukan satu-satunya dasar dalam menentukan adanya plagiarisme. Referensi yang dikutip dengan benar, daftar pustaka, ungkapan metodologis yang umum digunakan, serta istilah teknis yang relevan dapat berkontribusi terhadap skor similarity dan akan dipertimbangkan secara proporsional dalam penilaian editorial.
Similarity index di bawah 15% tidak secara otomatis menjamin bahwa suatu naskah bebas dari plagiarisme. Tim editorial akan melakukan penilaian kualitatif terhadap laporan similarity untuk mengidentifikasi kemungkinan plagiarisme, penyalinan yang tidak tepat, parafrase yang tidak memadai, publikasi ganda, self-plagiarism, atau penggunaan materi yang telah dipublikasikan sebelumnya tanpa atribusi yang sesuai.
Naskah dengan overall similarity index melebihi 15% dapat dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki atau ditolak, bergantung pada sifat, tingkat, dan sumber similarity yang ditemukan.
2. Penggunaan Artificial Intelligence
Proses pemeriksaan plagiarisme dan similarity juga merupakan bagian dari penilaian MCHU terhadap orisinalitas naskah dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang bertanggung jawab.
Penulis diperbolehkan menggunakan teknologi berbasis AI secara terbatas sebagai alat bantu, seperti untuk perbaikan bahasa, pemeriksaan tata bahasa, bantuan penerjemahan, atau dukungan teknis lainnya, selama penggunaannya tidak menggantikan kontribusi intelektual penulis dan diungkapkan secara transparan apabila diperlukan.
Penulis tidak diperkenankan menggunakan AI generatif untuk:
- Menghasilkan bagian substansial dari naskah tanpa kontribusi intelektual dan verifikasi manusia yang memadai;
- Membuat, memanipulasi, atau mengarang data, referensi, sitasi, hasil, atau temuan penelitian;
- Memparafrase materi yang disalin dengan tujuan menghindari deteksi plagiarisme;
- Menyembunyikan plagiarisme atau publikasi ganda;
- Menghasilkan informasi ilmiah yang menyesatkan atau tidak akurat; atau
- Mencantumkan AI sebagai penulis atau co-author.
AI tidak dapat mengambil tanggung jawab atas isi, integritas, dan akuntabilitas suatu publikasi ilmiah. Penulis tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas keakuratan, orisinalitas, dan integritas naskah.
3. Pengungkapan Penggunaan AI
Apabila penggunaan AI memberikan kontribusi yang material dalam penyusunan naskah, penulis diharapkan mengungkapkan nama alat AI dan tujuan penggunaannya pada bagian yang sesuai dalam naskah atau pada saat submission, apabila diperlukan.
Penggunaan AI untuk koreksi bahasa dasar atau bantuan teknis tidak mengalihkan kepengarangan maupun tanggung jawab dari penulis manusia.
Setiap konten yang diidentifikasi sebagai hasil bantuan atau generasi AI selama proses pemeriksaan editorial akan dievaluasi bersama dengan aspek orisinalitas, transparansi, keakuratan, dan kepatuhan terhadap etika publikasi.
Konten yang dihasilkan AI secara substansial, tidak diungkapkan, atau digunakan secara tidak tepat dapat dianggap sebagai masalah integritas akademik meskipun similarity index berada di bawah 15%.
4. Penilaian dan Keputusan Editorial
Berdasarkan hasil pemeriksaan plagiarisme, similarity, dan penggunaan AI, tim editorial dapat mengambil satu atau beberapa tindakan berikut:
- Melanjutkan naskah ke proses editorial dan peer review;
- Meminta klarifikasi dari penulis;
- Meminta revisi dan pengurangan similarity yang tidak sesuai;
- Meminta pengungkapan atau klarifikasi mengenai penggunaan AI;
- Menolak naskah apabila ditemukan plagiarisme yang signifikan, penggunaan AI yang tidak etis, fabrikasi, atau pelanggaran serius lainnya terhadap etika publikasi; atau
- Mengambil tindakan lebih lanjut sesuai dengan kebijakan etika publikasi jurnal apabila pelanggaran ditemukan setelah artikel diterbitkan.
Keputusan akhir tidak hanya didasarkan pada persentase yang dihasilkan oleh perangkat lunak similarity. Tim editorial juga mempertimbangkan sifat, sumber, konteks, dan tingkat similarity yang ditemukan, serta sifat dan tingkat penggunaan AI dalam naskah.
MCHU berhak melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran integritas akademik pada setiap tahap proses editorial maupun publikasi.